Pada sejumlah sistem perpipaan, dibutuhkan sejumlah katup atau valve. Salah satu jenis katup yang sering digunakan yakni check valve yang juga kerap disebut sebagai katup searah (non-return). Katup ini memiliki beberapa jenis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai industri.
Apa Itu Check Valve?
Katup check valve adalah suatu komponen yang terdapat pada sistem perpipaan yang dirancang sebagai pengatur aliran fluida dalam satu arah tertentu. Dengan demikian, katup ini akan mencegah aliran balik (backflow) saat fluida berhenti atau berbalik arah.
Jenis katup ini sangat penting untuk mencegah fluida berbalik arah karena dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan peralatan sistem.
Apabila fluida bergerak atau mengalir ke arah yang tidak seharusnya, katup jenis ini akan secara otomatis menutup. Bentuk dan ukuran valve satu arah ini juga cukup beragam karena menyesuaikan berbagai penggunaannya.
Mulai dari sistem perpipaan pada rumah tangga hingga diperuntukkan dalam dunia industri. Semuanya digunakan untuk mendukung kinerja dan keamanan pada sistem.
Jenis-Jenis Check Valve
Jika disesuaikan dengan kebutuhan dan penggunaannya, katup searah ini terdiri dari beberapa jenis.
Meskipun pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama, perbedaan jenis tersebut juga didasari oleh tipe disk yang digunakan. Berikut jenis-jenis katup yang dimaksud.
Ball Check-Valve
Berbeda dengan jenis check valve kebanyakan, katup yang satu ini menggunakan bola bulat yang akan bergerak secara naik-turun dan menempati dudukan yang berbentuk kerucut.
Gerakan yang disebabkan oleh fluktuasi tekanan ini mempunyai tekanan yang tinggi dan memerlukan kontrol yang penuh.
Dengan demikian, ball check-value sangat ideal untuk digunakan pada area yang sistem kerjanya menggunakan bahan kental.
Selain itu, jenis valve ini juga memiliki sistem perawatan yang mudah namun dapat digunakan pada sistem secara horizontal maupun vertikal.
Lift Check-Valve
Disebut juga sebagai piston check-valve, lift check valve menggunakan plug logam yang bergerak secara naik-turun dan menempati dudukan berbentuk tirus mengerucut.
Plug ini akan bergerak jika terdapat tekanan fluida. Saat fluida mengalir ke inlet, plug akan naik namun jika berbalik arah, plug akan menutup.
Lift check-valve memiliki bentuk yang sederhana dan membutuhkan sedikit perawatan. Sayangnya jenis valve ini hanya cocok pada posisi pipa horizontal saja.
Tidak mengherankan jika jenis valve ini banyak dipakai untuk mencegah aliran balik yang dapat menyebabkan dampak korosi pada turbin uap.
Y Spring Check-Valve
Sesuai namanya, jenis spring check valve ini bercabang seperti bentuk Y yang memang dirancang untuk memudahkan perawatan tanpa berpengaruh terhadap aliran fluida secara signifikan.
Jenis valve ini menggunakan cakram dan pegas yang naik-turun secara diagonal. Valve ini memberikan hambatan aliran minimum yang dibuka secara penuh guna membatasi penurunan tekanan.
Oleh karena itu, jenis yang juga disebut dengan Y-valve ini kerap digunakan dalam operasional berkala seperti halnya throttle dan sistem pipa bertekanan tinggi.
Dual-Disc Check-Valve
Butterfly check-valve atau dual-disc check-valve mempunyai dua bagian cakram yang terbuka dan bergerak menuju garis tengah pipa dengan aliran yang maju.
Apabila aliran balik, jenis disc check valve ini akan terbuka dan menjauh dari garis tengah lalu menekan seat guna menutup aliran.
Penggunaannya populer untuk cairan atau gas yang memiliki tekanan rendah. Konstruksi yang ringan dan padat juga menjadikannya sangat disukai oleh para pekerja industri.
Selain aspek ruang dan kenyamanan, biaya instalasi dan pemeliharaan terbilang lebih rendah dibandingkan jenis valve lainnya.
Swing Check-Valve
Jenis swing check valve mempunyai desain yang sederhana namun lengkap dengan cakram (disc) yang menempel di engsel bagian atas.
Saat fluida melewatinya, katup akan tetap terbuka namun sebaliknya saat terjadi aliran balik maka saluran akan merapat. Hal ini terjadi karena adanya perubahan tekanan sekaligus bantuan gravitasi.
Oleh karena hal tersebut, jenis katup ini umumnya dipakai dalam pemadaman kebakaran, sistem pembuangan limbah, hingga pencegahan banjir karena penurunan tekanan dan valve ini terbilang rendah.
Fungsi Check Valve
Secara umum, fungsi check valve memang terbilang cocok untuk sistem perpipaan. Meski demikian, masih ada sejumlah fungsi lain yang penting guna memastikan produktivitas berjalan secara maksimal. Adapun fungsi yang dimaksud yakni sebagai berikut:
Menghindarkan Terjadinya Arus Balik
Merupakan salah satu fungsi utama dari check valve yang dapat mencegah aliran dengan arah yang berlawanan pada sistem perpipaan. Saat cairan mengalir ke satu arah, valve akan terbuka dan membiarkannya melewati komponen pipa tersebut.
Akan tetapi sebaliknya pada saat terjadi aliran balik, maka komponen valve tersebut akan menutup dan mencegah aliran tersebut untuk kembali mengalir ke arah yang bukan seharusnya.
Dengan begitu, fluida tetap mengalir secara stabil guna mencegah kerusakan di komponen sistem.
Meminimalisir Tekanan Pada Sistem
Katup searah ini juga memiliki fungsi dalam menurunkan tekanan sistem perpipaan karena struktur salurannya berada di bagian tengah. Sebelum katup terbuka, fluida yang mengalami pergerakan cepat akan tertahan. Katup juga akan menutup otomatis saat tekanan aliran fluida mengalami penurunan.
Dengan demikian, check valve berfungsi untuk mencegah tekanan yang terdapat dalam sistem sekaligus membantu menjaga tekanan tetap stabil. Jenis valve ini juga dapat mengurangi risiko kerusakan atau kegagalan di berbagai peralatan dan komponen sistem.
Menurunkan Tingkat Kontaminasi Air
Penggunaan check valve juga penting dalam mencegah terjadinya kontaminasi pada aliran air.
Dengan demikian, aliran air hanya akan menuju ke satu arah saja sehingga aliran tersebut akan terbebas dari air yang sudah terkontaminasi kotoran. Fungsi ini penting dalam dunia industri penyediaan air minum.
Beberapa jenis check-valve juga mempunyai fungsi yang khusus, yakni sebagai vacuum breaker (pemecah vakum).
Saat terjadi kondisi vakum atau tekanan negatif, katup akan terbuka otomatis dan udara masuk ke ruang kosong guna menjaga kestabilan tekanan dan mencegah kerusakan sistem.
Pengaplikasian Check Valve
Dikarenakan cara kerja check valve yang sangat penting, katup ini banyak digunakan dalam berbagai aktivitas industri. Berikut beberapa industri yang dikenal sering menggunakan dan mengaplikasikan jenis valve tersebut dalam operasionalnya:
Manufaktur Makanan
Penggunaan check valve dalam dunia industri pengolahan makanan banyak digunakan dalam mencegah terjadinya kontaminasi dengan memastikan aliran pada satu arah.
Selain itu aliran searah ini juga akan membantu menjaga kualitas dan kebersihan produk dengan menjaga aliran balik pembawa kontaminan.
Industri Migas
Komponen katup searah juga banyak digunakan dalam industri minyak dan gas terutama dalam pipa transportasi, sistem pompa dan injeksi, hingga separator.
Adanya katup searah dalam mencegah aliran balik yang akan mengganggu proses transportasi dan distribusi fluida migas tersebut.
Farmasi
Salah satu penggunaan non return valve adalah pada dunia industri farmasi, terutama untuk mengontrol aliran fluida guna menjaga kondisi yang optimal untuk proses biologis.
Sistem ini juga hanya bergerak ke satu arah untuk memastikan kebersihan dan kualitas aliran.
Kesimpulan
Sebagai salah satu komponen penting, katup searah juga memiliki berbagai jenis yang akan mengoptimalkan fungsinya. Sistem check valve perpipaan juga mudah diaplikasikan dalam berbagai industri guna memastikan kualitas produk yang dihasilkan.
Sekian penjelasan singkat terkait Check Valve dari pengertian hingga cara pengaplikasiannya. Selalu ikuti informasi mengenai pipa dengan mengikuti media sosial dari PT Karindo Abadi Makmur.







